Dunia Resesi Sulsel Cerah, Ekonomi Lokal Masih Terus Tumbuh

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR--Resesi dunia memang terjadi. Kekuatan lokal mampu membalikkan dampaknya.

Konflik global mengakibatkan deretan krisis. Terutama pangan dan energi. Pangan menjadi sangat vital karena menyangkut kebutuhan paling dasar manusia.

Tahun ini dianggap sebagai pembuka jendela menuju resesi yang sesungguhnya. Kegelapan ekonomi justru baru akan terjadi pada 2023. Tahapan itu sedang bermunculan, terutama pasca Rusia resmi menyerang Ukraina sejak Februari lalu.

Saituasi makin memburuk pada semester II. Sejumlah negara anjlok. Ekonomi tumbuh merosot alias jatuh. Beban negara makin berat, sehingga subsidi tergerus. Hal ini pula yang terjadi di Indonesia, subsidi BBM dicabut per 3 September lalu.

Meski begitu, dampaknya tidak membuat ekonomi Sulsel tumbuh negatif. Meski serangan global dan kawasan sangat masif, ketangguhan Sulsel mampu mengadangnya. Terutama karena kekuatan komoditas lokal, terutama pangan. Sulsel terus menerus menjadi lumbung beras, sehingga resesi pangan bisa dihindari.

Sesuatu yang wajar jika Bank Indonesia (BI) memprediksi ekonomi Sulsel pada 2023 masih akan cerah. Meski ekonomi dunia gelap, ekonomi Sulsel diperkirakan masih akan tumbuh 4,6 persen hingga 5,4 persen, dengan prediksi inflasi 3,0±1 persen.
Ada optimisme coba dibangun pemerintah.

Sebab, ketika resesi terjadi tahun depan, tidak bisa dimungkiri tetap akan membawa imbas ke Kawasan Timur Indonesia (KTI), termasuk Sulsel sebagai gerbang KTI. Ketika resesi ekonomi terjadi secara global, Sulsel kemungkinan tidak akan terkoreksi secara besar akibat ekonomi lokal yang cukup bagus.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan