Hujan Abu sampai Malang, Status Gunung Semeru Naik jadi Awas

  • Bagikan
ANTAU NONSTOP: Personel BPBD memantau aktivitas Gunung Semeru dari Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, kemarin (4/12). Gunung Semeru kembali memuntahkan awan panas guguran dengan jarak luncur lebih dari 12 km. (MUHAMMAD SIDKIN ALI/JAWA POS RADAR SEMERU)

FAJAR.CO.ID, LUMAJANG – Gunung Semeru kembali mengancam warga sekitar. Minggu dini hari, gunung tersebut kembali meletupkan awan panas guguran (APG). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah meningkatkan status dari level III siaga menjadi level IV awas.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Patria Dwi Hastiadi menegaskan, peningkatan status itu berlaku sejak pukul 12.00 kemarin.
”Status awas diterbitkan PVMBG dan akan diikuti oleh Pemkab Lumajang,’’ katanya.

Dengan peningkatan status itu, warga yang tinggal di sekitar Gunung Semeru harus makin waspada. Apalagi, beberapa hari terakhir gunung tersebut sering mengeluarkan APG disertai hujan lokal. ”Dampaknya, beberapa desa di Lumajang terkena hujan abu vulkanis,’’ terangnya.

Sejak pukul 00.00 hingga 12.00 WIB kemarin, terekam gempa letusan sebanyak 13 kali. Amplitudo awan panas terekam 40 mm dan masih berlangsung hingga kemarin sore.

Patria menerangkan, jarak luncur APG terus mengalami peningkatan. Mulai dari 4,5 km, 7 km, hingga 10 km. ”Begitu meningkat, kami langsung berkoordinasi dengan Pos Pantau Gunung Api (PPGA). Tindakan selanjutnya dengan mengevakuasi warga,’’ katanya.

Jarak luncur tidak berhenti di situ. Sebab, beberapa waktu setelahnya, jarak luncuran menjadi 12 kilometer. Hal itu bertahan hingga sore.

”Ini menyebabkan dua desa, yakni Desa Supiturang dan Desa Sumberwuluh, harus steril dari aktivitas warga,” jelasnya.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq kemarin bersama forkopimda mendatangi lokasi erupsi. Wabup, Kapolres, Dandim, dan kepala pelaksana BPBD turut mendampingi. Saat berada di lokasi, bupati menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemetaan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan