Luhut Dorong Pendidikan Bahasa Mandarin di Sekitar Kawasan Industri, Pengamat: Ini yang Ngomong Dubes China atau Bukan?

  • Bagikan
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan. (Antara)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Pengamat pemerintahan, Gigin Praginanto menyoroti pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, soal hadirnya program vokasi pendidikan Bahasa Mandarin di Kawasan Industri Terpadu Kalimantan Utara (Kaltara).

Menurutnya, permintaan Luhut itu harusnya diungkapkan oleh perwakilan perusahaan atau pemerintah China yang ada di Indonesia.

"Ini yang ngomong Dubes China atau bukan," sindir Gigin dikutip Fajar.co.id di akun Twitter miliknya, Senin (5/12/2022).

Sebelumnya, Menko Luhut menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Pemkab Bulungan, PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) dan Universitas Kaltara.

Luhut menyambut baik dan mengapresiasi MoU antara Pemkab Bulungan bersama PT KIPI dan Universitas Kaltara tersebut.

"Kerja sama itu adalah langkah awal bagi Universitas Kaltara dalam mengembangkan perannya menyiapkan pendidikan yang berkesesuaian dengan kebutuhan kawasan industri, agar nantinya program vokasi itu dapat terus dikembangkan," kata Luhut melalui keterangan resmi, Minggu (4/12).

Dalam kesempatan itu, Luhut juga meminta kepada PT KIPI agar programnya diperluas. Sehingga nantinya tidak hanya untuk warga Kaltara saja tapi juga bisa dari luar.

"Jadi kami minta untuk PT KIPI program CSR-nya tidak di sektor pendidikan saja," ujar Luhut.

Sementara itu, Direktur Utama PT KIPI, Justarina Naiborhu mengungkapkan kerja sama itu sangat diperlukan untuk peningkatan SDM di Bulungan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan