Tuding Anies Lakukan Politisasi Masjid, Guntur Romli: Hanya Mengulangi Cara Busuk di Pilkada DKI

  • Bagikan
Guntur Romli / YouTube Cokro TV

FAJAR.CO.ID, JAKARTA— Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli menduga bahwa bakal capres Nasdem, Anies Baswedan menggunkan cara berpolitik di Pilkada DKI 2017 menjelang Pilpres 2024.

Guntur Romli menuding bahwa Anies Baswedan menggunakan politisasi masjid untuk Pilpres 2024, dan cara ini pernah ia gunakan saat Pilkada DKI 2017.

"Anies hanya mengulangi kembali cara2 busuk di Pilkada DKI & modus 212: politisasi masjid. Sebar pamflet politik di masjid & jadikan masjid ajang kampanye politik," ucapnya dikutip NewsWorthy dari Twitter @GunRomli, Senin (5/12).

Melansir dari Detik, Anies meneken petisi dukungan untuk menjadi presiden 2024 di kain yang dibentangkan pada pekarangan Masjid Baiturrahman, Aceh.

Pada Jumat (2/12/2022) Anies mengunjungi masjid Baiturrahman dan salat Jumat di sana, usai melakukannya ia keluar dan menyalami para jamaah yang meneriakkan 'Anies Presiden'.

Kemudian ia pun berjalan ke menara yang terletak di dekat pintu keluar sebelah timur, dan sejumlah relawan membentangkan kain putih yang bertuliskan 'Petisi Tandatangan Rakyat Aceh untuk Mendukung Bapak Anis Rasyid Baswedan menjadi Presiden 2024'.

Anies pun diarahkan menandatanganinya dan diikuti oleh ara jemaah dan sejumlah pengurus Nasdem.

Selain itu, pada 19 September 2022 sebuah tablodi yang berisi kesuksesan Anies mendadak menyebar di Kota Malang, dan dibagikan kepada jamaah Masjid Al Amin, Kota Malang.

Tabloid tersebut bernama KBAnewspaper yang berisi 12 halaman edisi cetak 28 Februari 2022, pada covernya memajang foto Anies dengan judul 'MENGAPA HARUS ANIES?', dan seluruh isi konten mengulas tentang Anies. (wartaekonomi/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan