Polemik Benda Pusaka Peninggalan Kerajaan Bone, Ini Kata Dinas Kebudayaan

  • Bagikan
Koleksi benda pusaka Bone

FAJAR.CO.ID, BONE -- Benda bersejarah peninggalan raja Bone di Museum Lapawawoi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan kembali berpolemik. Dinas Kebudayaan Bone sebut telah melakukan beberapa langkah solutif.

Diketahui yang menjadi polemik adalah terkait dengan tindak lanjut dari poin-poin kesepakatan bersama yang telah dilakukan pihak pemda dan Andi Baso Bone.

Pelaksanaan Tugas (Plt) Kadis Kebudayaan Kabupaten Bone, Andi Murni mengatakan terkait dengan beberapa hal yang telah disepakati. Pihaknya sudah komunikasikan dengan pimpinan.

"Dan pasti akan kita usahakan untuk poin kesepakatan untuk pengadaan lahan," katanya.

Tetapi membutuhkan waktu yang panjang karena lahan itu bukan pribadi tetapi milik pemerintah sehingga memerlukan waktu yang panjang untuk pemenuhannya.

"Jadi kalau lahan pemerintah itu harus ada persetujuan dari berbagai pihak. Seperti DPRD dan sebagainya tidak bisa serta merta diberikan begitu saja," katanya.

Kemudian terkait dengan kesepakatan untuk untuk menjadikan Andi Baso Bone sebagai tenaga ahli kebudayaan, pihaknya telah membangun komunikasi namun belum mendapatkan respon.

"Kita sudah komunikasi dengan Andi Baso Bone tetapi tidak direspon ditelfon berkali-kali tetapi tidak diangkat," katanya.

Ia juga menekankan bahwasa dari tujuh poin kesepakatan yang telah dibuat bisa dikatakan dominan dari kesepakatan tersebut telah ditindaklanjuti.

"Jadi untuk kesepakatannya bida dikatakan telah kita tindak lanjuti semuanya namun memang ada beberapa proses yang mesti dilalui dan memang tidak bisa serta merta begitu saja," terangnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan