Kesaksian Warga di Media Sosial soal Sosok Aipda Sofyan, Ridwan Kamil Sampaikan Ini

  • Bagikan
Polisi berjaga di sekitar Mapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu (17/12), pasca ledakan bom. (Ajat Sudrajat/Antara)

FAJAR.CO.ID, BANDUNG -- Aksi terorisme yang terjadi di Polsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat meninggalkan duka mendalam bagi Korps Bhayangkara. Ya, Aipda Sofyan meninggal dalam peristiwa itu.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pun menyampaikan duka mendalam atas peristiwa yang merenggut nyawa anggota kepolisian itu. Apalagi, polisi yang meninggal dalam bom bunuh diri itu dikenal ramah dan suka membantu.

“Turut berduka cita atas gugurnya Aipda Sofyan, polisi yang bertugas di Polsekta Astanaanyar Kota Bandung saat melindungi sesama anggota kepolisian di kejadian aksi terorisme di lokasi tersebut,” katanya dalam unggahan media sosial resminya, dikutip Rabu (7/12).

“Insya Allah almarhum husnul khatimah dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran,” sambungnya.

Kematian polisi tersebut diwarnai dengan keharuan yang dirasakan oleh orang-orang yang pernah berinteraksi dengan Sofyan. Hal itu dibuktikan dari banyaknya ucapan belasungkawa atas kematian Sofyan di kolom komentar akun media sosial Ridwan Kamil.

“Pak Sofyan mah ramah, di mana pendak pasti naros (Pak Sofyan itu ramah. Kalau ketemu di mana saja pasti nanya),” kata akun @dewiikomalasari79.

Polisi yang dikenal ramah dan murah senyum itu juga disebut-sebut sering membantu warga untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi warga.

“Senin kemarin alm Pak Sofyan ke rumah saya ngecek kosan untuk menindaklanjuti kasus pencurian. Husnul khatimah, Pak,” kata akun lain @fididot.

Selain itu, Kang Emil, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa kematian Aipda Sofyan tidak akan membuat bangsa Indonesia takut dalam menghadapi kekerasan maupun aksi terorisme apapun.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan