Komentari Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar, Ferdinand: Iblis Berkedok, Pujaan Kaum Anti Pancasila

  • Bagikan
Ferdinand Hutahaean

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean ikut mengomentari ledakan bom bunuh diri di Kantor Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu 7 Desember 2022 sekitar pukul 08.30 WIB.

Lewat akun Twitter-nya @FerdinandHutah6, dia menyebut terduga pelaku merupakan bagian dari kelompok yang anti Pancasila.

"Iblis berkedok. Pujaan kaum anti Pancasila seperti HTI," tulis Ferdinand, Rabu (7/12/2022).

Sebelumnya, warga Kota Bandung dikagetkan dengan aksi bom bunuh diri di Kantor Polsek Astana Anyar.

Ledakan terjadi saat para petugas melakukan apel pagi di halaman Mapolsek Astana Anyar.

Dari informasi yang dihimpun, pelaku sempat dicegat masuk oleh beberapa polisi karena membawa senjata tajam.

Pelaku lantas meledakkan diri pas di pintu masuk Kantor Polsek Astana Anyar, Kota Bandung.

Pada video yang beredar, warga tampak berlarian dari sekitar Polsek Astana Anyar. Juga terdapat beberapa foto yang menunjukkan adanya kerusakan atas bom tersebut di depan Kantor Polsek Astana Anyar

Foto lokasi kejadian dan motor milik pelaku kini tersebar di media sosial. Salah satunya dibagikan pegiat media sosial Yusuf Dumdum.

"Ada ledakan diduga terkait bom bunuh diri di polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat sekitar pukul 08:55 Wib," tulis Yusuf Dumdum di akun Twitter-nya.

Motor terduga pelaku bom bunuh diri
"Motor pelaku bom bunuh diri terdapat simbol ISIS dan ada tulisan : KUHP = HUKUM Syirik/Kafir Perangi para penegak Hukim Setan QS 9:29," sambung Yusuf. (msn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan