KUHP Baru Ganggu Hotel, Check In Bisa Dipenjara Setahun

  • Bagikan
Grafis pasal perzinaan di KUHP
Grafis pasal perzinaan di KUHP

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Perhotelan terancam lesu. KUHP terbaru pemicunya. DPR secara resmi telah mengesahkan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) menjadi undang-undang, Selasa, 6 Desember. Pasal-pasal krusial tetap lolos.

Terutama pasal penghinaan terhadap presiden-wakil presiden dan lembaga negara. Juga pasal zina dan kohabitasi (kumpul kebo), marxisme dan sejenisnya, pemberitahuan demo, dan hukuman mati.

Untuk perhotelan, yang dikhawatirkan adalah Pasal 431 tentang perzinaan. Pasal itu mengatur bahwa orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya, dipidana karena perzinaan. Ancamannya penjara paling lama satu tahun.

Pasal ini dinilai mengusik pelaku industri perhotelan dan pariwisata. Pasal ini merupakan delik aduan, yang akan diproses hanya jika pihak yang diizinkan melapor, dalam hal ini kerabat dekat seperti pasangan, orang tua, atau anak.

Meski begitu, hal ini dianggap mengganggu ranah privasi tamu hotel, termasuk berpotensi mengganggu kenyamanan mereka yang melakukan reservasi alias check in.

"Ke depan ini bisa mengusik ketenangan tamu yang menginap. Utamanya, tidak semua pasangan suami istri bepergian membawa surat nikah," terang Anggiat Sinaga, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, kemarin.

Jika aturan ini benar-benar diterapkan, sangat disayangkan. Sebab, ini akan menjadi persoalan baru di industri perhotelan. Adanya kebijakan untuk menunjukkan pasangan suami istri melakukan reservasi tentu akan memberatkan tamu.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan