Legislator Gerindra Usul Nomenklatur RUU Larangan Minol Diubah Jadi RUU Pengaturan Minol

  • Bagikan
Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Hendrik Lewerissa mengusulkan agar nomenklatur Rancangan Undang-undang tentang Larangan Minuman Beralkohol (RUU Larangan Minol) diubah menjadi RUU tentang Pengaturan Minuman Beralkohol.

Pasalnya kata dia, batang tubuh di RUU tersebut, di dalamnya lebih banyak mengandung materi muatan yang normanya bersifat pengaturan.

“Artinya nomenklatur yang saya sarankan akan menjadi lebih pas dengan materi muatan yang terkandung dalam naskah rancangan undang-undang tersebut, agar nantinya tidak menjadi lebih rumit yang berdampak lebih luas ke sektor-sektor lain,” kata Anggota Panitia Kerja RUU Larangan Minol ini, di Ruang Rapat, Badan Legislasi DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (7/12/2022).

Dia menambahkan, saat melakukan Kunjungan Kerja ke Negara Chili, ia mendapatkan jawaban resmi dari otoritas terkait di negara tersebut bahwa tidak ada korelasi yang signifikan antara mengonsumsi alkohol dengan tingkatan kriminalitas yang terjadi di suatu negara.

Justru penyebab utama kriminalitas itu kata dia berasal dari narkoba, bukan alkohol. Meski begitu, ia memahami, kondisi Chili dengan Indonesia tidak sama, seperti adat, budaya, dan ideologinya.

Sehingga, tidak bisa menggunakan pendekatan upaya hukum semata untuk melahirkan suatu undang-undang.

“Studi perbandingan (ke Negara Chili) itu sekurang-kurangnya bisa memberikan kita masukan yang berharga bahwa sebenarnya perlu adanya studi yang lebih mendalam lagi tentang korelasi antara minuman beralkohol dengan implikasi-implikasi negatif pada masyarakat,” tambah Legislator Dapil Maluku tersebut.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan