Pasien Pernah Positif HIV Lalu Negatif? Bisa Jadi Tes Belum Lengkap

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Human Immunodefeciency Virus (HIV) merupakan penyakit yang sampai saat ini belum ditemukan obat atau metode penyembuhannya. Para penderita harus meminum obat secara terus menerus untuk mengurangi dampaknya.

Lalu, bisakah seseorang yang pernah positif HIV dan mengonsumsi obat-obatan dalam jangka waktu tertentu mendapatkan hasil negatif?

Ini tentu hal yang cukup membingungkan dan hanya bisa dijelaskan oleh ahlinya. Melalui akun Twitternya Prof. dr. Zubairi Djoerban memberikan penjelasan mengenai keadaan tersebut.

Mulanya ada pasien yang bertanya kepadanya. Dia menyebut jika pacarnya mengidap HIV pada 2019. Pria tersebut kemudian mengonsumsi obat Antiretroviral selama 3 bulan.

Setelah tiga bulan itu sang pria telah berhwnti mebgonsumsi obat. Pada saat dilakukan tes berikutnya didapati hasil tes menunjukkan hasil negatif. Bagaiman ahal tersebut bisa terjadi?

Prof Zubairi berpendapat jika kemungkinan besar data awal pemeriksaan belum lengkap. Terdapat beberapa indikator tes yang perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil akurat.

Tes tersebut diantaranya tes serologi, ELISA, memastikan viral load dan CD4. Jika data tersebut belum lengkap, maka akan susah untuk mendeteksi infeksi virus.

Seseorang dengan viral load tinggi lalu dalam beberapa waktu menjadi negatif serta tidak terdeteksi serologinya, berarti virusnya tidak ada. Namun, ini adalah keadaan yang sangat langka.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bisa saja pasien tersebut mengalami false positive. Hal ini bisa jadi karena hanya diperiksa serologi atau ELISA saja. Sedangkan, jumlah virusnya tidak diperiksa.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan