Pelaku Teror Bom Bunuh Diri Mantan Napi Terorisme, Bambang Wuryanto Minta Program Deradikalisasi BNPT Dievaluasi

  • Bagikan
Polisi berjaga di sekitar Mapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu (17/12), pasca ledakan bom. (Ajat Sudrajat/Antara)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Teror bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar Rabu, 7/12/2022, kembali mengagetkan publik Indonesia. Apalagi, aksi tidak terpuji itu terjadi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2023.

Ironisnya, pelaku bom bunuh diri yang kemudian diidentifikasi sebagai Agus Sujatno alias Agus Muslim sebelumnya sudah pernah ditangkap Densus 88 Antiteros terkait aksi bom di Cicendo, hingga harus dihukum empat tahun. Dia diketahui baru bebas dari penjara sekitar September atau Oktober 2021 lalu.

Atas fakta itu, Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto mengusulkan agar program deradikalisasi yang dilakukan BNPT dievaluasi. Mengingat, pelaku bom bunuh diri merupakan residivis atau mantan terpidana terorisme.

“Menurut catatan sementara korban ini diduga itu adalah mantan napi terorisme yang sudah terkena hukuman empat tahun di Nusakambangan, kalau keluarnya begini, berarti kan ada dugaan belum sembuh, maka ini harus dilakukan peningkatan lagi deradikalisasi,” cetus Bambang.

Bambang Wuryanto juga meminta Polri hingga BNPT meningkatkan kewaspadaan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Tingkat kewaspadaan harus dinaikkan, ini menyangkut penegak keamanan yang didalamnya ada BNPT, kepolisian dan intelejen,” kata pria yang kerap disapa Bambang Pacul kepada wartawan, Rabu (7/12).

Politikus PDI Perjuangan ini menegaskan, peristiwa bom bunuh diri tersebut seharusnya dapat diantisipasi oleh jajaran aparat keamanan. Menurut Bambang, aparat seharusnya memiliki internal security sistem untuk mencegah terjadinya aksi teror.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan