Data Berbeda dengan Stok yang Ada, Indonesia Bakal Impor Beras, DPR: Mempertontonkan Kegagalan

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Bulog berencana mengimpor beras ke Indonesia. Pasalnya stok beras yang ada di lapangan ternyata tidak sesuai dengan data yang ada saat ini.

Saat ini proses perizinan untuk impor dalam tahap penyelesaian.

Rencananya, pemerintah akan mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton untuk mengisi ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menyampaikan, wacana kebijakan impor beras ini menurutnya bertentangan dengan perkataan Presiden Joko Widodo yang mengatakan tidak akan impor beras dalam 3 tahun ke depan.

Menurut Johan, hal ini memperlihatkan bagaimana kondisi ketersediaan beras nasional yang sedang tidak baik-baik saja.

“Ada data BPS yang mengatakan bahwa kita surplus (beras) 1,7 juta ton, tetapi setelah dikonfirmasi, dicek di lapangan oleh Bulog ternyata barangnya tidak ada,” paparnya, dalam keterangannya, Kamis, (8/12/2022).

Dia mengaku, pihaknya sedang mendalami validasi ketersediaan beras nasional, sehingga dapat dengan bijak menilai urgensi wacana impor beras tersebut.

“Kami ingin kemudian mendalami ini persoalannya, adalah barang yang tidak ada atau harga yang tidak cocok, kami masih masih mendalami ini secara serius di Komisi IV, belum ada kesimpulan,” tambahnya.

Dengan perbedaan data ini, ia menilai buruknya kinerja pemerintah dalam mengkoordinasi data dan memastikan ketersediaan stok beras nasional.

Sejauh ini kata dia, pihaknya belum menemukan alasan yang tepat terkait wacana pemerintah mengimpor beras yang dinilainya bisa mencederai kedaulatan pangan nasional.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan