Keran Impor Beras Dibuka Lagi, Yan Harahap Ungkit Janji Palsu Jokowi

  • Bagikan
Deputi Strategi dan Kebijakan Balitbang DPP Demokrat, Yan Harahap

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Pemerintah melalui Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) kembali membuka keran impor 500 ribu ton beras.

Deputi Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat Yan A. Harahap pun memberikan kritik atas kebijakan tersebut.

Dia lantas mengungkit janji Presiden Joko Widodo soal swasembada beras. janji itu diucapkan saat kampanye Pilpres 2014 lalu.

"‘Janji palsu’…. Sdh hampir 9 tahun masih gitu2 aja. Impor…impor…impor," tulis Yan Harahap di akun Twitter-nya, Kamis (8/12/2022).

Dalam unggahannya itu, Yan Harahap menyertakan janji Presiden Jokowi yang akan membuat Indonesia Swasembada Beras dalam 3 tahun kepemimpinannya.

Sebelumnya, izin impor beras merupakan hasil rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Joko Widodo.

"Ratas memutuskan bidang pangan ada Bapanas, dipimpin Menko, dan bapak Presiden diputuskan kita harus menambah cadangan Bulog, tetapi dibeli di luar negeri," ujarnya ditemui di Kementerian Perdagangan, Rabu (7/12/2022).

"Saya sudah teken surat perintah keputusan ratas, surat dari Menko, surat dari Bulog, meminta agar diizinkan itu untuk impor didatangkan beras 500 ribu ton," lanjutnya.

Hanya saja, saat ini beras tersebut belum resmi masuk ke Indonesia. Zulhas mengatakan masuknya beras impor tersebut tergantung dari kebutuhan dan keadaan stok di gudang Perum Bulog.(arya/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan