Memoar Munir dari Kacamata Haris Azhar: Munir Orang yang Mencintai Kehidupan, Tapi Tidak Takut Mati

  • Bagikan
Mantan Koordinator KontraS, Haris Azhar (Foto: Arya/Fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Munir lahir 57 tahun lalu, tepatnya pada 8 Desember 1965. Hari ini, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) itu berulang tahun.

Mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) itu, tewas pada 7 September 2004, dalam perjalanan menuju Belanda di dalam pesawat plat merah Garuda Indonesia. 

Haris Azhar, koleganya saat berjuang bersama di KontraS, mengenang mendiang Munir.

“Munir itu orang yang mencintai kehidupan, tapi tidak takut mati,” kenang  Hari Azhar, saat launching dan diskusi buku ‘Mencintai Munir’, Minggu 8 Oktober di Rumata’ Artspace, Makassar.

Pria yang juga pernah menduduki posisi sama dengan Munir —Koordinator KontraS — ini membeberkan, Munir mengajarinya banyak hal. Terkhusus soal keberanian.

“Kita diajarin sama Cak Munir, mesti tahu berani dan mesti cerdas,” ungkapnya.

Haris Azhar bilang, saking dekatnya kerja-kerja Munir dan KontraS saat itu dengan ancaman dan teror, muncul istilah yang terbilang lucu sekaligus menohok.

“Sampai ada muncul istilah di kontraS, Kerja sulit, gaji sedikit, risiko mati,” ujarnya, disusul tawa.

Tidak hanya itu, ia mengaku diajarkan bersolidaritas. Bersolidaritas kata dia, hal yang sangat penting dalam perjuangan HAM.

“Almarhum Cak Munir yang ngajarin saya. Saya diajarin bersolidaritas itu oleh Cak Munir.”(Arya/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan