Mutilasi Anak Gadisnya, Majelis Hakim PN Tembilahan Vonis Mati Arharubi

  • Bagikan
Robi saat dibawa ke tahanan Polres Inhil. Foto: Dokumentasi Polres Inhil.

FAJAR.CO.ID, INDRAGIRI HILIR - Arharubi alias Robi, 42, seorang ayah yang melakukan mutilasi kepada anak gadisnya sendiri, harus menerima kenyataan pahit. Dia divonis mati oleh hakim.

Vonis mati itu diberikan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan dalam persidangan karena dinilai terbukti melakukan pembunuhan, dan memutilasi anaknya.

Sidang putusan yang berlangsung Kamis (8/12) malam itu dipimpin oleh Hakim Ketua Habibi Kurniawan secara daring.

Terdakwa Arharubi alias Robi mengikuti proses persidangan secara daring dari rumah tahanan.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hilir (Inhil) Reza Yusuf Affandi dan Penasehat Hukum (PH) terdakwa mengikuti sidang secara langsung di PN Tembilahan.

“Menyatakan terdakwa Arharubi alias Robi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pembunuhan berencana. Menjatuhkan hukuman dengan pidana mati,” ucap Hakim membacakan putusan.
Menanggapi putusan tersebut, Kasi Intel Kejari Inhil Haza Putra mengatakan bahwa Majelis Hakim mengabulkan seluruh tuntutan JPU.

“Iya benar divonis hukuman mati. Kami menunggu tanggapan dari terdakwa lewat pengacaranya. Kalau terdakwa banding maka kami juga akan banding. Batas waktu sikap tujuh hari sejak putusan,” kata Haza saat dikonfirmasi JPNN.com.

Haza menjelaskan bahwa banding dilakukan untuk mengantisipasi jika diputus bebas atau beda dengan putusan mati dengan alasan bisa kasasi.

“Terdakwa diberikan kesempatan selama tujuh hari untuk menerima atau menyatakan banding terhadap putusan ini,” jelas Haza.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan