Rusia Perketat Aturan LGBT dengan Pengesahan UU, Hidayat Nur Wahid: Apakah Dubes AS Juga Mengkritik Pedas Keputusan Putin?

  • Bagikan
Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Rusia memperketat aturan terkait LGBT dengan pengesahan Undang-undang (UU) anti LGBT. Tercatat pada UU itu, warga yang melanggar akan didenda setara dengan Rp 103 juta.

Kabarnya, Presiden Putin telah meneken UU tersebut pada Senin (05/12/222), sekitar sepekan setelah parlemen Rusia meloloskan RUU anti-LGBT tersebut.

Dengan tegas, Rusia melarang semua bentuk propaganda LGBT, mulai dari tindakan hingga kampanye di publik, internet, film, buku, atau iklan.

Bagi yang melanggar aturan tersebut, akan didenda hingga 400 ribu rubel atau sekitar Rp103 juta. Sementara itu, organisasi atau lembaga yang melanggar bisa didenda hingga 5 juta rubel atau setara Rp1,2 miliar.

Sementara bagi orang asing yang melanggar, maka akan ditangkap dan diusir hingga 15 hari dari Rusia. Aturan ini dianggap memperluas cakupan aturan anti-LGBT Rusia yang sebelumnya sebatas melarang keras praktik LGBT di hadapan anak-anak.

Kelihatannya, Rusia belakangan ini ingin kembali memperkuat apa yang mereka sebut sebagai nilai-nilai tradisionalnya.

Melihat penegasan yang dilakukan Presiden Rusia, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid mendadak mempertanyakan posisi Amerika Serikat.

"Apakah Dubes AS juga mengkritik keras keputusan Putin yg sahkan UU Anti LGBT, dan menakut-nakuti dengan issu HAM dan investasi?," ujarnya dikutip dari unggahan twitternya, @hrurwahid (08/12/2022).

(Muhsin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan