Safari Politik Anies Baswedan Diadukan ke Bawaslu, Ahmad Ali: Ini Bukan Curi Start, Ini Start Duluan

  • Bagikan
Anies Baswedan saat mengunjungi Sumatera Barat. Anies Baswedan belakangan ini melakukan safari politik ke sejumlah daerah di antaranya Aceh, Sumatera Barat, hingga Papua. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Safari politik calon presiden dari Partai Nasdem, Anies Baswedan mulai mendapat sorotan dari masyarakat. Silaturahmi yang dilakukan ke daerah itu dinilai sebagai mencuri start kampanye pemilu 2024.

Bahkan, Anies Baswedan telah dilaporkan kepada Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) RI.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu dilaporkan oleh Aliansi Cinta Demokrasi (APCD) karena dinilai mencuri start kampanye Pemilu 2024.

Anies Baswedan belakangan ini melakukan safari politik ke sejumlah daerah di antaranya Aceh, Sumatera Barat, hingga Papua.

Merespons hal itu, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali lantas mempertanyakan apa yang dilanggar oleh Anies dalam safari politiknya itu.

“Yang dilanggar itu apa toh? Undang-Undang Pemilu itu kan, Bawaslu itu berhak mengawasi ketika tahapan Pemilu sedang dilaksanankan. Kalau sekarang itu bukan kampanye, ini bukan curi start, ini start duluan,” kata Ali dikonfirmasi, Kamis (8/12).

Ali menegaskan, kedatangan Anies di masjid saat safari politik di Aceh untuk melaksanakan salat Jumat. Dia menepis Anies melakukan kampanye dalam kesempatan tersebut.

“Kita salat Jumat di situ, selesai salat, pas kita keluar masyarakat itu berkerumun mengerubungi mas Anies. Anies berjalan terus sampai di luar masjid. Lalu dihadang masyarakat di situ, nggak tahu dimana yang dimaksud dengan kampanye? Harusnya masyarakatnya yang dilarang dong bertemu Anies,” tegas Ali.

Meski demikian, Ali tak mempermasalahkan adanya pelaporan tersebut. Namun, Ali meminta Bawaslu bisa objektif menelaah laporan tersebut.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan