Target Selesai Tahun Ini, Progres Pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi Megamendung Capai 93 Persen

  • Bagikan
Bendungan Ciawi di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Ditjen SDA/Antara)

FAJAR.CO.ID, BOGOR -- Progres pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Megamendung, Kabupaten Bogor, dipastikan sudah mencapai 93 persen. Proses pengerjaan bendungan ini diharapkan selesai tahun ini juga.

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan, bendungan kering ini dibangun dalam rangka mengendalikan banjir di wilayah Jakarta saat musim hujan.

”Kini progres Bendungan Ciawi dan Sukamahi telah mencapai 93 persen. Diharapkan pada tahun ini selesai dikerjakan,” kata Direktur Sungai dan Pantai Ditjen SDA Bob Arthur seperti dilansir dari Antara, Kamis (8/12).

Menurut dia, dua bendungan kering pertama di Indonesia itu untuk pengendalian banjir di wilayah Jakarta ketika musim hujan, karena mampu mereduksi debit air yang mengalir dari Sungai Ciliwung.

”Bendungan ini adalah suatu sistem yang terintegrasi untuk mengendalikan banjir di Jakarta dengan fungsi mereduksi banjir di Sungai Ciliwung sebesar 11,9 persen debit air,” terang Bob.

Bendungan Ciawi memiliki volume tampung 6,05 juta meter kubik dan luas area genangan 39,4 hektare. Bendungan yang dibangun dengan nilai kontrak senilai Rp 798,7 miliar itu mampu mereduksi banjir sebesar 111,75 meter kubik/detik.

Sedangkan Bendungan Sukamahi memiliki daya tampung 1,68 juta meter kubik dan luas area genangan 5,23 hektare. Nilai kontrak pembangunannya Rp 464,93 miliar dan mampu mereduksi banjir sebesar 15,47 meter kubik/detik.

Bob menyebutkan, Ditjen SDA terus berupaya untuk mencegah terjadinya banjir di seluruh Indonesia. Upaya yang dilakukan yaitu membangun berbagai infrastruktur untuk mengendalikan banjir.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan