Bambang Soesatyo Wacanakan Penundaan Pemilu, Tokoh NU: Dulu Garang, Sekarang Melempem

  • Bagikan
Ilustrasi. (int)

FAJAR.CO.ID -- Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo alias Bamsoet, kembali menggulirkan wacana penundaaan Pemilu 2024 yang sebelumnya sudah reda.

Sejumlah pihak pun gerah dan mengkritik pedas politisi Golkar itu. Mayoritas menilai, pernyataan Bamsoet mengarah pada pelanggaran keras terhadap konstitusi negara.

Selain anggota DPR RI, kritik pedas juga datang dari tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Sahadat Hasibuan atau Gus Umar. Dia menilai sikap Bamsoet berubah jauh di era Jokowi.

"Dulu ya masa SBY si bamsut ini galaknya minta ampun. Sampai gak ada yang baik di matanya rezim SBY. Sekarang melempem kayak lemper bahkan minta tunda pemilu pula. Parah," kritik politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini melalu akun twitternya, @umarhasibuan751.

Diberitakan sebelumnya, , anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin berkomentar keras atas wacana wacana penundaan Pemilu 2024 seperti yang digulirkan politikus Golkar itu.

Kang TB sapaan Hasanuddin meminta semua pihak menghentikan wacana penundaan Pemilu 2024, sebab aksi tersebut inkonstitusional. "Inkonstitusional dan mengkhianati kontrak politik dengan rakyat," kata Kang TB, Jumat (9/12).

Mantan Sesmilpres itu menyampaikan penundaan Pemilu 2024 bertentangan dengan Pasal 22E Ayat 1 UUD RI 1945.

Adapun, aturan itu berbunyi, 'Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali'.

Politikus PDI Perjuangan itu juga beranggapan wacana penundaan pesta demokrasi yang digulirkan Bamsoet bertentangan dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan