BNPT Curiga Aksi Bom Bunuh Diri Agus Sujatno di Polsek Astanaanyar Libatkan Kelompok Terstruktur

  • Bagikan
Motor milik terduga pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung.
Motor milik terduga pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memastikan pelaku teror bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Kota Bandung, memiliki kelompok.

BNPT menilai, pelaku aksi bom bunuh diri itu tidak bekerja sendirian, namun ada dugaan kelompok yang membantunya.

Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Ibnu Suhendra mengatakan, aksi teror di Polres Astanaanyar kemarin, seperti dilakukan pelaku saat menyerang Kantor Kelurahan Cicendo, Kota Bandung pada 2017 lalu. Yakni merupakan aksi suatu kelompok.

“Berbeda dengan pelaku yang melakukan penyerangan di Bareskrim (Mabes Polri pada 2021), yang diidentifikasi oleh Densus bahwa itu lone wolf,” kata Ibnu di Polrestabes Bandung, Kota Bandung, seperti dikuip Radar Solo (Jawa Pos Group), Jumat (9/12).

Pada 2017, pelaku bom Astanaanyar yakni Agus Sujatno alias Agus Muslim, juga terlibat sebagai perakit bom panci di Kelurahan Cicendo. Setelah itu, Agus ditangkap dan dipenjara selama empat tahun di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan. Dia bebas pada 2021.

Dari hal itu, kata Ibnu, pihaknya menduga aksi teror bom bunuh diri di Astanaanyar yang dilancarkan Agus itu juga berasal dari jaringan atau kelompok yang terstruktur. Serangan terhadap kantor polisi itu sama seperti yang dilakukan kelompok teroris sebelumnya, yang juga menyerang kantor polisi.

“Jika dilihat dari motif, kelompok ini ingin melakukan penyerangan terhadap kepolisian. Pelaku ini melakukan sasaran dengan anggota polisi kita yang sedang apel pagi. Tujuannya supaya anggota kita lebih banyak korban,” kata dia. (jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan