Ledakan di Tambang Batu Bara, Empat Orang Meninggal, Enam Masih Proses Evakuasi

  • Bagikan
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan kalimat ini saat dimintai komentarnya soal usulan Benny agar Jenderal Listyo Sigit dicopot sementara sebagai kapolri. Foto: Ricardo/JPNN

FAJAR.CO.ID, SAWAHLUNTO -- Sembilan dari 15 pekerja tambang di Sumatera Barat berhasil dievakuasi dari dalam lubang, tempat terjadinya ledakan tambang.

Dari sembilan sudah dievakuasi itu, empat orang dipastikan meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka. Adapun pekerja lainnya masih dalam proses evakuasi pihak terkait.

Para korban itu adalah pekerja tambang batu bara milik PT. NAL Sawahlunto, Sumetera Barat. Di pertambangan itu, terjadi ledakan pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Insiden itu terjadi diduga karena adanya letupan dari dalam lubang tambang.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan pada pukul 09.00 WIB, salah satu karyawan perusahaan bernama Dian Firdaus melihat ada kepulan asap dan diiringi letupan kecil dari dalam lubang tambang.

"Pada saat itu beberapa pekerja sudah ada yang masuk ke dalam lubang," kata Irjen Dedi dalam keterangannya, Jumat (9/12).

Dian Firdaus kemudian memerintahkan kepala bagian untuk melakukan pengecekan ke dalam lubang. Hasil pengecekan diketahui terdapat 15 pekerja sudah berada di dalam lubang tambang.

"Enam orang masih dievakuasi karena masih dalam lubang," jelas Irjen Dedi.
Jenderal bintang dua itu mengatakan saat ini belum diketahui apa penyebab ledakan dari dalam tambang. Pasalnya, Polres setempat masih fokus mengevakuasi korban.

"Masih didalami oleh Polres dan Polda Sumbar turun untuk back up proses penyelidikan. Fokus utama saat ini adalah evakuasi korban," tutup Irjen Dedi. (jpnn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan