Surya Paloh Absen di Pernikahan Putra Bungsu Jokowi, Pengamat Beber Dugaan Tukar Posisi Nasdem dan Demokrat

  • Bagikan
Presiden Republik Indonesia Ir. H Joko Widodo (Jokowi) tiba di Kampus Akademi Bela Negara (ABN) di kawasan Pancoran Timur, Jakarta Selatan, Kamis (11/9). Presiden Jokowi langsung disambut Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh dan Gubernur ABN IGK Manila. (Dok Nasdem)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA— Pengamat menduga Surya Paloh sedang berusaha menghindari Presiden Joko Widodo dengan tidak hadir di penikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono.

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari, membandingkan keputusan Surya Paloh tersebut dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Menurutnya, alasan berobat yang digunakan Surya Paloh mengesankan dia berusaha menghindar.

Lebih jauh, penghindaran ini juga menunjukkan benih-benih pertukaran posisi di pemerintahan antara Partai Nasdem dan Demokrat.

“Kira-kira ini indikasi bisa terjadi pertukaran tempat di pemerintahan antara Nasdem dengan Demokrat. Jadi, gesturnya SBY datang itu merapat ke pemerintahan Jokowi, minimal membuka komunikasi,” ujar M. Qodari, Kamis (8/12), seperti dilansir dari Warta Ekonomi.

Menurut pengamat politik itu, sejak Nasdem mengumumkan akan mengusung Anies Baswedan sebagai kandidat calon presiden, hubungan koalisi pemerintahan mengalami sedikit kerenggangan.

“Sementara, Surya Paloh berobat itu gestur atau alasan klasik politisi untuk menghindari pertemuan-pertemuan yang mereka tidak kehendaki,” jelasnya.

M. Qodari menyebut ada kemungkinan acara HUT ke 58 Partai Golkar beberapa waktu lalu, di mana Presiden Jokowi menyindir Nasdem untuk tidak sembrono memilih capres, meninggalkan kesan yang kurang baik dan membuat Surya Paloh sedikit “trauma”.

“Jadi, Surya Paloh itu menghindari adanya sorotan media mengenai bahasa tubuh dia dengan Jokowi nanti kalau ketemu, karena Surya Paloh sudah trauma dengan peristiwa di acara Golkar di mana Jokowi nggak mau dipeluk oleh Surya Paloh,” jelasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan