Terorisme Bisa Menimpa Siapa Saja Jika Dituntun Orang yang Ekstrem, Ketua MUI Bilang Begini

  • Bagikan
Ketua MUI bidang dakwah dan ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Ukhuwah dan Dakwah Muhammad Cholil Nafis, buka suara soal terorisme di Indonesia.

Cholil memandang, ekstrimisme dan terorisme bisa menimpa siapa saja dan pada kelompok apa saja ketika kondisi dirinya kurang baik dan dituntun oleh orang yang ekstrem.

"Hiduplah bersama masyarakat dan dibimbing oleh orang yang benar dan baik," ujar Cholil dikutip dari unggahan twitternya, @cholilnafis (09/12/2022).

Sebelumnya juga, Cholil Nafis sempat menyinggung terkait bom bunuh diri yang menargetkan Mapolsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat.

Cholil mengutip Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 3 Tahun 2004 Tentang Terorisme. Dalam fatwa tersebut ditegaskan bahwa hukum melakukan teror adalah haram, baik dilakukan oleh perorangan, kelompok, maupun negara.

Sementara itu, bom bunuh diri hukumnya haram karena merupakan salah satu bentuk tindakan keputusasaan (al-ya’su) dan mencelakakan diri sendiri (ihlak an-nafs), baik dilakukan di daerah damai (dar al-shulh/dar al-salam /dar al-da’wah) maupun di daerah perang (dar al-harb).

Kiai Cholil menyarankan BNPT dan Densus 88 meningkatkan kewaspadaan dan mengatasi aksi-aksi terorisme.

“Hal ini karena pelakunya adalah mantan napiter,” ujar dia.

Kiai Cholil mengajak masyarakat tidak memberi stigma buruk pada agama hanya karena ada oknum pemeluk agama tertentu yang melakukan teror.

“Dan berharap kita semua meningkatkan kewaspadaan dan peduli dengan masyarakat sekitar ketika ada paham yang menyimpang dan aksi-aksi yang mencurigakan,” pungkasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan