Keterlibatan Jenderal M Jusuf dalam Supersemar dan Janji Mengungkap Fakta yang Sebenarnya 

  • Bagikan
Jenderal TNI (Purn) M Jusuf

FAJAR.CO.ID — Jenderal M Jusuf merupakan salah seorang yang disebut banyak mengetahui fakta dibalik surat perintah sebelas Maret (Supersemar).

M Jusuf tercatat diantara dua jenderal lainnya sebagai orang yang datang menemui Presiden Soekarno di Istana Bogor pada 11 Maret 1966 untuk meyakinkan Soekarno agar mengeluarkan surat perintah kepada Jenderal Soeharto.

Semasa hidupnya, Jusuf sempat mengaku akan mengungkapkan fakta-fakta dibalik Supersemar.

“...Insya Allah, apabila Tuhan menghendaki di kelak kemudian hari, dengan seizin Pak Harto, mudah-mudahan dapat saya himpunkan keseluruhan atau pun segala peristiwa dan dialog-dialog sejak sebelum 11 Maret sampai sekarang dalam suatu buku..," ucapnya pada 12 Maret 1973 dikutip dalam buku Jenderal M Jusuf, Panglima para Prajurit.

Sementara itu, Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut, Jenderal Jusuf adalah salah seorang dari tiga orang Jenderal yang diutus oleh (ketika itu) Men/Pangad Letjen TNI Soeharto untuk menemui Presiden Soekarno di Istana Bogor. 

Dalam waktu kurang dari sepuluh jam, ketiga perwira tinggi tersebut berhasil mendapatkan sebuah mandat yang diberikan kepada Letjen Soeharto. Mandat tersebut kemudian menjadi titik awal lahirnya Orde Baru. 

“Bila kita lepaskan konteks nilai politik dari mandat yang diberikan oleh Bung Karno itu, dan juga menyisihkan pro dan kontra penggunaannya, maka yang kita lihat adalah betapa besar peran yang dimainkan oleh Jenderal M. Jusuf pada waktu itu terhadap bangsa dan negara. Peran Jenderal M. Jusuf pada saat sekitar 11 Maret 1966, telah mengangkat namanya pada percaturan politik Nasional terutama pada masa awal Orde Baru,” sebut JK. 

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan