Penuhi Kebutuhan Dokter di Indonesia, Kemenkes Siapkan 2.500 Beasiswa

  • Bagikan
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah tantangan penyakit tak menular seperti jantung, stroke, dan kanker, jumlah dokter spesialis di Indonesia masih kurang. Karena itu Kementerian Kesehatan membuka peluang beasiswa untuk 2.500 orang dokter spesiali di tahun 2023.

Idealnya, jumlah dokter standarnya 1 per 1000 penduduk. Sementara kebutuhan di Indonesia masih belum terpenuhi ditambah lagi dengan distribusi yang belum merata.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini mengalami krisis ketersediaan dokter spesialis. Hal ini disebabkan oleh kurangnya angka produksi dan tidak meratanya distribusi dokter spesialis ke seluruh fasyankes di Indonesia.

“Krisis dokter spesialis ini tidak cukup mampu untuk melayani kebutuhan layanan kesehatan seluruh masyarakat Indonesia. Maka dari itu kita butuh melakukan pembaharuan sistem untuk meningkatkan jumlah produksi serta upaya pemerataan dokter spesialis di seluruh kabupaten kota di Indonesia,” ungkap Menkes Budi dalam Dialog Pertemuan Koordinasi dan Evaluasi Pendayagunaan Dokter Spesialis di Jakarta pada Selasa (13/12).

Berdasarkan data WHO, rasio kebutuhan dokter untuk warga negara Indonesia adalah 1:1000. Sedangkan rasio untuk negara maju ada di angka 3:1000 dokter, bahkan beberapa negara berupaya mencapai rasio sebanyak 5:1000 dokter. Upaya pemenuhan ini dilakukan melalui Academic Health System (AHS).

Siapkan 2.500 Beasiswa

Bertujuan memastikan lebih banyak dokter yang terfasilitasi untuk bisa mengenyam pendidikan dokter spesialis berbasis universitas (university based). Serta didukung pula melalui sistem baru yakni pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital based).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan