Doni Salmanan Dibebaskan dari Tuntutan Ganti Rugi kepada Korban Investasi, JPU Bilang Jauh dari Harapan

  • Bagikan
Doni Salmanan saat diserahkan ke Kejati Jawa Barat-Bagus Ahmad Rizaldi-ANTARA

FAJAR.CO.ID, BANDUNG -- Terdakwa kasus investasi bodong opsi biner, Doni M. Taufik alias Doni Salmanan tampaknya bisa berapas lebih baik dari kasus yang menjeratnya.

Itu setelah Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung sudah memutus perkaranya. Salah satu putusan yang cukup menguntungkan terdakwa adalah membebaskan terdakwa untuk membayar ganti rugi kepada para korban.

Ketua Majelis Hakim PN Bale Bandung, Achmad Satibi menyatakan, Doni Salmanan tidak terbukti bersalah sebagaimana dalam dakwaan kedua penuntut umum terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

”Membebaskan terdakwa oleh karena itu dari dakwaan kedua tersebut,” kata hakim di PN Bale Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (15/12).

Adapun sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Doni Salmanan dengan pasal 3 dan pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU. JPU pun sebelumnya menuntut Doni Salmanan untuk membayar ganti rugi restitusi kepada para korban dengan total mencapai Rp 17 miliar. Namun dari vonis tersebut, Doni terbebas dari kewajiban membayar ganti rugi itu.

Hakim beranggapan bahwa aset yang didapat Doni Salmanan sebagai affiliator aplikasi investasi opsi biner Quotex bukan merupakan hasil dari tindak pidana. Sebab, kata hakim, regulasi trading atau binary option masih belum jelas.

Oleh karena itu, hakim pun memutuskan barang bukti aset-aset Doni Salmanan yang berupa kendaraan, uang, hingga sertifikat rumah, dikembalikan ke terdakwa Doni Salmanan.

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung Mumuh Ardiansyah mengaku, vonis hakim itu sangat jauh dari harapan pihaknya. Pada sidang tuntutan, jaksa menuntut hakim untuk merampas barang bukti nomor 33 sampai 131 untuk dikembalikan kepada para korban secara proporsional.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan