Nama Iptu Umbaran Tercatat sebagai Wartawan yang Lulus Uji Kompetensi, AJI: Penyusup Menyalahi Undang-Undang Pers

  • Bagikan
Iptu Umbaran

FAJAR.CO.ID -- Iptu Umbaran Wibowo sukses menyamar sebagai wartawan TVRI selama 14 tahun. Dia baru ketahuan sebagai intel polisi setelah diamanahi jabatan sebagai Kapolsek.

Buntut penyamaran itu, sejumlah organisasi wartawan dan Dewan Pers menyampaikan protes. Seperti yang dilakukan AJI dan LBH Pers.

nilai merupakan cara-cara kotor Polri memasukkan anggotanya sebagai penyusup ke institus media.

“Polri untuk menghentikan cara-cara kotor seperti menyusupkan anggota intelijen ke institusi media yang dapat mengganggu kinerja pers dan menimbulkan ketidakpercayaan publik,” kata Ketua AJI Indonesia, Sasmito dalam keterangannya, Kamis (15/12/2022).

Menurut Samito, penyusupan anggota Polri ke dalam institusi pers juga menyalahi aturan dalam Undang-Undang No 40 Tahun 1999 Pers.

Di mana dalam Pasal 6 Undang-Undang Pers menyebutkan, pers nasional memiliki peranan untuk memenuhi hak masyarakat dalam pengawasab dan kritikan yang berkaitan dengan kepentingan umum.

Karena itu, Sasmito mendesak Dewan Pers untuk menyelidiki kasus ini seca tuntas, serta menyelidik kasus tersebut secara transpran.

“Serta memberikan sanksi kepada Iptu Umbaran yang telah melanggar Kode Etik Jurnalistik,” ujarnya.

“Dewan Pers juga perlu memperbaiki mekanisme Uji Kompetensi Wartawan agar peristiwa serupa tidak terulang pada masa mendatang,” tandasnya lagi.

Selain itu, kata Sasmito, Dewan Pers harus mendorong organisasi pers untuk lebih aktif menelusuri latar belakang anggota dan melakukan verifikasi yang lebih komprehensif.

Dewan Pers juga harus mempunyai kredibel untuk mencegah penyusupan pihak-pihak yang dapat merugikan pers Indonesia.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan