Soal Permintaan Maaf Wanita Emas ke Ketua KPU, Anthony Budiawan: Semakin Meyakinkan Publik Hukum Tumpul ke Atas

  • Bagikan
Anthony Budiawan

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Permintaan maaf Ketua Umum Partai Republik Satu Hasnaeni Moein, atau wanita emas diduga didasari karena adanya ancaman.

“Ancaman di balik pengakuan minta maaf, kalau benar, semakin meyakinkan publik hukum tumpul ke atas: tidak berlaku bagi penguasa?” kata Anthony Budiawan, Rabu (28/12/2022) melalui cuitannya di Twitter.

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) ini menyesalkan, soal dugaan pelecehan seksual yang tidak diselidiki.

“Bukannya menyelidiki pengaduan dugaan tindakan kriminal pelecehan seksual dan kecurangan pilpres, tetapi ini malah yang mengadu disuruh minta maaf,” ujarnya.

Walau demikian, Anthony Budiawan menyebut, permintaan maaf itu tidak akan mempengaruhi opini publik yang telah terbangun.

“Pengakuan minta maaf Wanita Emas tidak pengaruh terhadap pendapat publik yang terlanjur percaya telah terjadi pelecehan seksual, kecurangan proses verifikasi, dan mengatur pemenangan calon presiden tertentu,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Wanita Wmas mengaku dilecehkan oleh Ketua KPU, ia mengaku dijanji partainya akan diloloskan dalam verifikasi faktual.

Belakangan, Wanita Emas malah meminta maaf atas tudingan tersebut.
(Arya/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan