Bantah Tudingan Pembenci Anies Baswedan, Pemprov DKI Tegaskan Sumur Resapan Efektif Atasi Banjir

  • Bagikan
Pengurasan sumur resapan di Jalan Petamburan II, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (ist)--

FAJAR.CO.ID -- Beberapa hari terakhir, sumur resapan yang dibangun Anies Baswedan saat masih menjabat gubernur ramai dibahas di media sosial. Terkhusus para pembenci Anies, banyak di antara mereka memframing sumur resapan itu tidak berguna.

Kenyataannya, fakta di lapangan berbanding terbalik dengan tudingan tersebut. Menurut Kepala Dinas Bina Marga, Hari Nugroho, efektivitas program sumur resapan itu sudah tampak saat ini.

Ihwal beberapa kerusakan yang ada, Hari menyebut, sumur resapan sejauh ini sangat berguna untuk mengatasi permasalahan banjir.

“Lihat sekarang contohnya di Jalan D.I Pandjaitan, dulu kalau banjir satu meter loh, sekarang mana? Nggak ada kan Alhamdulillah,” kata Hari kepada awak media, Rabu (4/1).

berharap, dengan dimasifkannya program sumur resapan selama beberapa tahun ke belakang, bisa mengatasi dan meniadakan banjir di DKI.

Terlebih, saat air yang ada dan terkumpul di sekitaran gedung-gedung di DKI selama musim hujan saat ini, tidak dibuang ke kali atau sungai seperti sebelum-sebelumnya.

“Setelah saya cek beberapa gedung itu tidak ada sumur resapan maka saya sampaikan dia harus buat sumur resapan,” katanya.

Mengingat Pemprov DKI yang saat ini tidak mengalokasikan dana untuk sumur resapan, gedung-gedung terkait ia sebut bisa mengalokasikan dana pribadi. Namun demikian, berbeda dengan warga yang bisa disiapkan dana oleh Dinas SDA.

Sementara itu, kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan, kerusakan atau amblesnya sumur resapan di DKI, khususnya yang terjadi di belakang Istana Negara, Jalan Batu Ceper Raya, Gambir, sedang diperbaiki. Alasan jalan yang rusak atau tidak efektif, disebutnya karena ada pelaksanaan long storage pompa. “Ada relokasi utilitas. Nanti kita rapihkan,” kata Yusmada.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan