Alasan Dorong Perda LGBT, Komisi D DPRD Makassar: Kami Ingin Memanusiakan Manusia

  • Bagikan
Gedung Kantor DPRD Makassar.

Hadi menambahkan, kajian ranperda ini masih panjang ke depan. Statusnya masih mengendap dalam Prolegda 2023 dan mengantre untuk dibahas DPRD Makassar.

"Yang jelas kita akan mengarah ke situ. Melibatkan banyak orang, organisasi masyarakat, tokoh, dan kita juga punya ahli hukum di DPRD," urainya.

"Artinya dengan adanya perda ini, kita semuanya ingin membuat aturan yang memanusiakan manusia. Kembali ke jati diri sebenarnya. Kita tunggu saja," paparnya.

Pedang Bermata Ganda

Sementara itu Pengamat Sosiologi Hukum Universitas Hasanuddin, Prof Arfin Hamid menilai langkah DPRD ini tidaklah tepat. Sebab hal ini bisa menjadi pedang bermata ganda.

Penggodokan ranperda ini menjadi perda justru akan memberikan legitimasi hukum bagi kalangan LGBT yang selama ini masih tanpa status di Indonesia.

Apalagi LGBT ini sedari dulu terus mencari legitimasi dengan mencari panggung lewat kampanye-kampanye terselubung.

"Standing-nya saja belum jelas. Dia sudah minta panggung, apalagi sudah ada perda ini, bisa kian memancing keresahan masyarakat, jadi ini dipandang kurang paslah untuk kita," jelasnya.

Di samping itu LGBT ini bukan fenomena baru. Kalangan ini umumnya menyembunyikan jati diri mereka di hadapan publik. Namun diakui dewasa ini keberadaan mereka kian ramai di khalayak publik.

"Karena mereka bisa berlindung di belakang HAM. Mereka minta dihargai lewat ciptaan Tuhan yang kebetulan seperti itu," terang dia.

Dengan pertimbangan ini, menurutnya tak perlu regulasi ini digodok lewat perda. Yang perlu dimasifkan adalah menekan keberadaan LGBT dengan cara berdakwah. (an/yuk)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan