PKL di Kawasan Masjid Raya Al Jabbar Bakal Direlokasi, Satpol PP Jabar Mulai Melakukan Pendataan

  • Bagikan
Situasi di pelataran Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung yang dipenuhi para pengunjung. Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, BANDUNG - Pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung akan segera direlokasi ke tempat yang semestinya.

Kepala Satpol PP Jabar, Ade Afriandi mengatakan pihaknya sudah mendata jumlah PKL sejak hari pertama peresmian masjid raya Provinsi Jabar itu. Adapun untuk PKL pendatang atau bukan warga lokal sebanyak 117. Jumlah itu bisa bertambah apabila digabung dengan PKL warlok.

“Untuk yang pendatang di luar warga lokal kemarin kami data ada 117. Kalau sama warga kami belum dapat, tetapi infonya ada 200. Saya minta data lengkap dengan ktp dan foto wajahnya,” kata Ade dikonfirmasi, Minggu (8/1).

Setelah diresmikan pada akhir tahun lalu, kehadiran Masjid Raya Al Jabbar seperti membuka lumbung rezeki bagi warga di sekitar masjid. Namun, tingginya antusias membuat kehadiran PKL justru membuat kemacetan di sepanjang Jalan Cimencrang atau di kawasan masjid.

Ade pun mengakui itu. Menurutnya, permasalahan PKL sampai saat ini masih dipetakan.

“Jadi, sebetulnya sebelum peresmian kami kan memetakan permasalahan terkait PKL. Waktu itu masih lokal ya, mereka kami tempatkan sementara di pintu selatan Masjid Raya Al Jabbar,” jelasnya.

Menurut dia, sekitar 60 pedagang disimpan untuk sementara waktu di bagian selatan masjid, tetapi antusias yang membludak membuat daerah sana menjadi semakin sesak.

Dia menambahkan di area masjid itu sudah disiapkan kantin yang bisa dipakai pedagang makanan dan minuman untuk berjualan.

Akan tetapi, sampai hari ini kantin itu masih dalam tahap pemeliharaan. “Sejak peresmian itu masih dalam tahap pemeliharaan, jadi fasilitas di belakang berkaitan dengan kantin, fasilitas sudah ada tetapi pengelolaan belum,” tuturnya. (jpnn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan