FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Tepat hari ini, 2 Minggu berlalu tragedi kebakaran pasar sentral kota Makassar.
Sebuah peristiwa kebakaran yang melalap seluruh los yang ada di blok B pada pasar tersebut.
Setelah api dijinakkan tim pemadam kebakaran, tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulsel langsung melakukan olah TKP. Mencari tahu penyebab terjadinya kebakaran.
Tepatnya, pada Kamis (29/12/2022) lalu. Mereka mengumpulkan sisa-sisa material kebarakan untuk memeriksa dan mengetahui penyebab kebakaran.
Kasubid Fiskom Bidang Labfor Polda Sulsel, Kompol Wiji Purnomo usai olah TKP mengatakan butuh waktu 1 hingga 2 minggu untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut.
"Untuk sementara kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya tunggu saja hasil Pemeriksaan. Kita pada dasarnya bekerja secepat mungkin, yah satu minggu hingga dua minggu lah hasilnya baru bisa keluar," tandasnya.
Namun, sampai pada Senin (9/1/2023) Polres Pelabuhan Makassar belum menerima hasil olah Labfor Polda Sulsel terkait penyebab kebakaran Pasar Sentral Makassar.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar, Prawira Wardany mengatakan, hingga saat ini atau memasuki pekan kedua setelah olah TKP, pihaknya masih menunggu hasil Tim Labfor Polda Sulsel.
"Jadi sampai saat ini kita juga masih menunggu hasil dari Labfor karena sampai saat ini hasilnya belum keluar, saya juga masih menunggu," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar, Prawira Wardany kepada awak media, Senin (9/1/2023).
Dikatakan Prawira Wardany, belum bisa memastikan terkait kapan hasil Labfor keluar. Sebab dirinya juga masih menunggu hasil dari Tim Labfor Polda Sulsel.
"Kalau dari Tim Labfor Polda (Sulsel) katanya secepatnya akan keluar, tapi sampai sekarang belum ada kepastian," ujarnya.
Bahkan, Prawira juga tidak berani menyimpulkan penyebab Pasar Sentral terbakar, apakah terbakar karena korsleting listrik, sengaja dibakar atau ada penyebab lainnya.
"Hasilnya kita masih menunggu dan saya juga belum bisa memastikan apakah itu hasilnya A (terbakar karena korsleting) atau B (sengaja dibakar)," bebernya.
Namun, Prawira menuturkan hingga saat ini pihaknya telah memeriksa sebanyak 11 orang saksi untuk dimintai keterangan terkait insiden kebakaran yang menghanguskan 931 lapak pedagang Pasar Sentral.
"Sampai sejauh ini masih kita dalami, sekarang sudah ada 11 orang yang kita periksa kita ambil keterangannya, 11 orang ini macam- macam ada yang dari pemilik lapak ada yang tukang listrik semua sudah kita ambil keterangannya," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Pasar Sentral hangus terbakar pada Selasa (27/12/2022) malam. Akibatnya 931 lapak pedagang di Blok B Selatan hangus terbakar. Ditaksir kerugian mencapai Rp70 miliar.
(Muhsin/fajar)