Pemprov DKI Jakarta Batalkan Anggaran Pembelian Alkes RS, Komisi E Geram

  • Bagikan
Ilustrasi pabrik alat-alat kesehatan (Imam Husein/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pemprov DKI Jakarta membuat geram Komisi E DPRD DKI Jakarta. Penyebabnya, alokasi anggaran untuk pengadaan alat kesehatan dibatalkan.

Komisi E DPRD DKI Jakarta pun akan memanggil jajaran Pemprov DKI untuk meminta klarifikasi terkait anggaran pembelian alat kesehatan 15 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sebesar Rp 220 miliar yang dibatalkan dan dialihkan dari rancangan APBD (RAPBD) 2023 ke Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Basri Baco mengaku heran mengapa hanya anggaran di Dinas Kesehatan (Dinkes) yang dikeluarkan. Sementara, Organisasi Perangkat Daerah lain (OPD) lolos dari keharusan mengeluarkan anggarannya.

“Saya curiga, kok hilangnya pas Rp220 miliar dan ini hanya di Dinkes? Kalau dasar (pengeluaran anggaran, Red) karena tidak ada di RKPD, kenapa masih banyak barang yang juga tidak ada di RKPD dan masih dipertahankan?” cecarnya di gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (12/1).

Senada dengan hal itu, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria bahkan membandingkan dengan anggaran renovasi gelanggang olahraga (GOR) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang justru dipertahankan.

“Ada (anggaran-anggaran) yang tidak ada di RKPD itu tetap lolos, ratusan miliar, Pak. Kenapa tidak itu saja yang di-take down? (Anggaran) GOR, tidak ada satupun yang di-drop, tuh, Rp 600 miliar di Dispora,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemprov DKI menjelaskan bahwa anggaran renovasi GOR dipertahankan karena saat ini bangunan lama sudah diruntuhkan. Lalu, gedung baru memang dibutuhkan demi menunjang persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan penyelenggaraan Pemilu 2024.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan