Tingkatkan Produktivitas Pangan, Ganjar Pranowo Beber Strategi Ini

  • Bagikan
Ganjar Pranowo

FAJAR.CO.ID, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkap beberapa langkah untuk meningkatkan produktivitas padi dan beras atau pangan dalam arti luas.

Pangan menjadi komoditas unggulan Jawa Tengah disebut sebagai lumbung padi nasional, karena produksi padi dan beras yang melimpah. Menurut Ganjar, predikat lumbung padi sudah lama melekat pada Jawa Tengah. Hal itu tentu tidak lepas dari produktivitas padi.

Beberapa waktu lalu Ganjar sempat mengatakan produktivitas padi di Jawa Tengah mencapai 9,7 ton dan beras 5,6 ton hingga 5,8 ton per hektare.

Produktivitas itu musti ditingkatkan lagi agar produksi padi dan beras Jawa Tengah dapat juga memenuhi kebutuhan nasional.

Untuk meningkatkan produksi itu, maka Ganjar akan menggenjot penataan ruang dan konservasi lahan subur. "Sebenarnya dari dulu kita memang sudah bisa disebut sebagai lumbung hanya sekarang tata ruang kan makin bersaing dengan kebutuhan industri, perumahan, dan sebagainya," kata Ganjar, Minggu (15/1).

"Maka lahan subur itu musti betul-betul dikonservasi. Kedua, intensifikasinya juga musti kita dorong agar kalau rata-rata kita 5,6 hingga 5,8 ton per hektare padi maka musti naik lagi sehingga lumbung pangannya bisa kita dorong," kata Ganjar menambahkan.

Lumbung pangan yang dimaksud Ganjar tentu saja bukan hanya terkait padi atau beras melainkan komoditas pangan lain yang potensial. Diversifikasi pangan harus dilakukan dengan menggenjot produksi komoditas seperti jagung, singkong, sukun, bahkan porang.

"Pangannya tidak boleh diterjemahkan hanya padi, kita punya jagung, singkong, sukun yang banyak bisa kita produksi. Termasuk porang yang sangat laku sehingga diversifikasi pangannya berlaku," ujar Ganjar.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan