Begini Langkah Polda Sulteng Cegah Bentrok Susulan di PT GNI Morowali Utara

  • Bagikan
ILUSTRASI. Terjadi aksi unjuk rasa anarkis di lokasi industri pengolahan nikel (smelter) PT. Gunbuster Nickel Industri (GNI) di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur pada Sabtu (14/1) siang sampai malam hari. (dok JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, MORUT-- Bentrok antar-pekerja asing dan lokal di kawasan PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), Morowali Utara menewaskan dua karyawan. Sembilan orang lainnya menderita cidera ringan dan berat. Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) pun memperketat pengamanan.

Sekurangnya 70 orang terduga pelaku dari empat jenis tindak pidana berbeda telah diamankan Kepolisian Resor Morowali Utara pasca peristiwa itu, Sabtu (14/1). Sementara dua korban jiwa belum terindentifikasi.

Peristiwa yang juga mengakibatkan kerugian materil akibat pembakaran tujuh unit kendaraan berbeda jenis serta seratusan unit mess karyawan GNI, menurut Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudy Sufahriadi, diakibatkan dari akumulasi beberapa kejadian, dari hal kecil kemudian menjadi besar hingga mengakibatkan dua karyawan meninggal dunia.

"Kita sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang meninggal dunia dari TKI dan TKA, dan kenapa meninggalnya. Saya akan menyelidiki semua ini," tegas Irjen Rudy pada konferensi pers di Mapolres Morut, Minggu, 15 Januari.

Di kesempatan itu, Kapolda didampingi Danrem 132 Tadulako Brigjen TNI Toto Nurwanto, Dandim 1311 Morowali Letkol Inf Contantinus Rusmanto, Kapolres Morowali Utara AKBP Imam Wijayanto, Karoops Polda Sulteng Kombes Pol Ferdinand Pasule, serta Dir Intel Polda Sulteng Kombes Pol Anggara Nasution.

Disebutkan Kapolda, berdasarkan evaluasi bentrok yang meluas di kawasan GNI tidak dapat langsung diatasi akibat kekuatan pengamanan yang sangat minim dan peristiwa itu terjadi pada malam hari.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan