Bentrok TKA China dengan Pekerja Lokal di Morowali Utara, Fraksi PKS Singgung Diskriminasi dan Ketimpangan Upah

  • Bagikan
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Ansori Siregar soal TKA China bentrok dengan pekerja lokal di Morowali, Sulteng. Foto/ilustrasi: Antara

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Insiden TKA China bentrok dengan pekerja lokal di kawasan PT Gunbuster Nickel Industri (GNI), Morowali Utara disesalkan oleh Anggota Komisi IX DPR RI Ansori Siregar.

Legislator Fraksi PKS itu menyesalkan dan sangat prihatin atas bentrokan yang menewaskan 2 pekerja di Sulawesi Tengah (Sulteng) itu.

"Saya menyesalkan dan sangat prihatin atas terjadinya bentrokan antara pekerja lokal dan tenaga kerja asing (TKA) di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), apalagi sampai menimbulkan korban meninggal," kata Ansori di Jakarta, Senin (16/1).

Dia menyebut bentrokan fisik seperti itu tidak seharusnya tidak perlu terjadi apabila pemerintah hadir dan serius menegakkan aturan perundang-undangan, khususnya masalah TKA.

"Terkait berbagai dugaan diskriminasi dan juga soal ketimpangan upah serta kesejahteraan antara TKA dengan pekerja lokal," lanjut Ansori.

Dia lantas mendesak pemerintah melakukan investigasi menyeluruh dan menemukan akar persoalan kenapa bentrokan TKA China dengan pekerja lokal bisa terjadi.

Lalu, melakukan evaluasi operasional dan keberadaan pekerja asing di perusahaan smelter itu.

Menurut Ansori, pemerintah jangan cuma melihat dari aspek bentrokan pada 14 Januari 2023 saja, tetapi harus mengevaluasi keseluruhan latar belakang dan akar pemicu bentrokan.

"Saya berkeyakinan bentrokan hari Sabtu kemarin itu hanya akumulasi dari berbagai persoalan dan kekecewaan pekerja lokal khusus perihal TKA," ucapnya.

Ansori pun mendesak pemerintah memulangkan TKA China, khususnya yang mengerjakan pekerjaan kasar atau tidak memerlukan skill maupun teknologi tinggi yang pada dasarnya sangat bisa dikerjakan oleh pekerja lokal.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan