Andalkan Galangan Lokal, TNI AL Remajakan 41 Kapal Perang

  • Bagikan
Ilustrasi kapal perang milik TNI AL

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Usia tua alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL mendapat atensi dari pemerintah. Bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan), Angkatan Laut memastikan bakal meremajakan 41 kapal perang.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan hal itu usai memimpin upacara tabur bunga Hari Dharma Samudera di atas KRI Banda Aceh-593, kemarin (16/1). Untuk menyelesaikan pekerjaan itu, TNI AL mengandalkan galangan lokal.

Menurut Ali, peremajaan kapal perang berusia tua penting. Bahkan, dia ingin beberapa di antara kapal perang tersebut turut dimodernisasi. "Sebagian mungkin mid life modernization," ungkap dia.

Orang nomor satu di Angkatan Laut itu mengakui jumlah kapal perang yang akan diremajakan oleh instansinya mencapai puluhan unit.

Namun, TNI AL mengedepankan skala prioritas. ”Kami prioritaskan pada kapal-kapal yang sudah sangat tua,” ujarnya.

Perwira tinggi Angkatan Laut yang berpengalaman mengawaki kapal selam itu menyatakan bahwa kapal-kapal berusia tua harus diperbaiki. Tujuannya untuk memastikan alutsista tersebut selalu siap operasi. Bisa digerakkan kapanpun dan kemanapun.

Karena itu, dari total 41 unit KRI yang masuk program peremajaan, ada delapan yang didahulukan. Ali tidak merinci nama kapal-kapal tersebut, yang jelas Kemhan sudah memberi restu.

Sebagai wujud komitmen mengembangkan industri pertahanan dalam negeri, TNI AL mengandalkan galangan lokal. Ali tegas menyatakan bahwa peremajaan puluhan kapal perang itu dilakukan oleh galangan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan galangan perusahaan swasta.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan