Bupati Morowali Salahkan Pekerja Lokal Atas Insiden di PT GNI, Said Didu: Contoh Nyata Oligarki

  • Bagikan
Said Didu

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Bupati Morowali Utara, Jelis Julkasson Hehi menyebut kerusuhan antar pekerja PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) bermula dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menyerang Tenaga Kerja Asing (TKA) China.

Jelis bilang, berita yang seliweran bahwa TKA China lah yang mulanya memantik kerusuhan ini keliru. Tegas, ia mengatakan TKI lah yang menyerang TKA pada mulanya.

Merespon hal itu, eks Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu mengatakan, gelagat Jelis merupakan contoh nyata oligarki.

“Contoh nyata oligarki. Pejabat langsung salahkan rakyatnya,” ujar pria asal Sulawesi Selatan ini, seperti dikutip fajar.co.id dari cuitannya di Twitter, Senin (16/1/2023).

Said Didu juga meminta Menko Polhukam Mahfud MD menurunkan tim investigasi independen terkait kericuhan di PT GNI.

"Prof Mahfud MD yth, ini masalah serius. Saran saya sebaiknya diturunkan tim independen melakukan audit investigasi semua aspek dalamm perusahaan ini karena terkesan sangat dilindungi oleh penguasa apalagi setelah perusahaan ini dimasukkan sebagi proyek strategis nasional," pintanya.

Diketahui sebelumnya, bentrok antara TKA dan TKI PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) pada Sabtu (14/1/2023) berujung tewasnya tiga pekerja.

Pengamat menilai bentrok ditenggarai bukan karena persoalan etnis antara China dan pribumi. Lebih dari itu karena adanya ketidakadilan dan diskriminasi terhadap pekerja.

“Jadi bukan karena etnisitas, tapi karena ketidakadilan yang disebabkan oleh favoritisme negara kepada modal China dalam hal ini,” kata eks Dosen Filsafat Universitas Indonesia, Rocky Gerung melalui kanal YouTube Rocky Gerung Official, Senin (16/1/2023).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan