Fakta Baru Pembunuhan Bocah di Makassar, Pelaku Sempat Ambil Uang Korban untuk Beli Rokok

  • Bagikan
Rekonstruksi pembunuhan bocah di Makassar yang diduga untuk dijual organ tubuhnya.(muhsin/fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Terkuak fakta baru penculikan dan pembunuhan seorang bocah berusia 11 tahun di Makassar saat diadakan rekonstruksi di Mako Brimob Polda Sulsel, Jalan KS Tubun, pada Selasa (17/2023).

Dikatakan Plt Kasat Reskrim Polrestabes Kota Makassar, Kompol Jufri Natsir saat rekonstruksi, tersangka MF (18) yang dihadirkan sempat mengambil uang Muhammad Fadli Sadewa setelah terkapar.

"Saat korban terjatuh, A membanting kepala korban ke lantai beberapa kali, sampai korban pingsan. Ketika korban pingsan, Faisal mengambil uang korban 5 ribu untuk beli rokok," ujar Kompol Jufri Natsir saat rekonstruksi.

Adapun A (17), dikatakan Jufri, membawa bocah malang tersebut ke dalam kamar mandi.

Dewa yang sudah tidak bernyawa, disiram dengan air yang ada di dalam kamar mandi tersebut. Kabarnya, untuk memastikan apakah masih hidup atau sudah meninggal.

MF yang sebelumnya keluar membeli rokok, menyusul A ke kamar mandi. Dan memeriksa nadi Dewa.

Karena sudah tidak berdenyut, mereka memastikan Dewa sudah meninggal. Keduanya lalu mengambil tali rapiah dan mengikat tangan dan kaki Dewa.

"A kemudian menghubungi website yang diyakininya tempat menjual organ tubuh melalui chat email, namun karena tidak direspon, keduanya mulai panik dan kebingungan," tukasnya.

Dewa si bocah malang, pada akhirnya dimasukkan ke dalam kantong plastik, dibungkus, kemudian di bawah ke tempat jauh untuk dibuang.

Tepatnya di kolom jembatan, Inspeksi Pam Timur Waduk Nipa-nipa, Moncongloe, Kabupaten Maros.(Muhsin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan