Ferdy Sambo Dituntut Seumur Hidup, JPU Beber 6 Poin yang Memberatkan

  • Bagikan
Ferdy Sambo, terdakwa pembunuhan Brigadir J. (pram/fajar)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Birgadir J, Ferdy Sambo dengan penjara seumur hidup.

Setidaknya ada enam poin yang memberatkan tuntutannya. Hal itu disampaikan Jaksa saat membacakan fakta sidang dalam surat tuntutan terhadap Sambo.

"Sebelum kami sampai pada tuntutan pidana atas diri terdakwa kami selalu jaksa penuntut umum dalam perkara ini wajib pula mempertimbangkan hal-hal yang menjadikan pertimbangan mengajukan tuntutan pidana," kata jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/1/2023).

Pertama, perbuatan terdakwa mengakibatkan hilangnya nyawa korban Nofriansyah Yoshua Hutabarat dan memberikan duka yang mendalam bagi keluarganya.

Kedua, terdakwa berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya dalam memberikan keterangan di persidangan.

Ketiga, akibat perbuatan terdakwa menimbulkan keresahan dan kegaduhan di masyarakat.

Keempat, perbuatan terdakwa tidak sepantasnya dilakukan dalam kedudukannya sebagai aparatur penegak hukum dan petinggi tinggi di Polri. Kelima, perbuatan terdakwa telah mencoreng institusi Polri di mata masyarakat Indonesia dan dunia internasional.

Keenam, perbuatan terdakwa telah menyebabkan banyaknya anggota Polri lainnya turut terlibat.

"Tidak ada hal meringankan," kata Jaksa.

“Terdakwa Ferdy Sambo menyuruh saksi Richard Eliezer untuk mengambil senjata korban Nofriansyah Yosua Hutabarat dan senjata api tersebut diserahkan kepada terdakwa dengan tujuan korban Nofriansyah Yosua Hutabarat lebih mudah dieksekusi,” lanjut Jaksa.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan