Ganjar Pranowo dan Yenny Wahid Dinilai Miliki Rekam Jejak Penjaga Kebhinekaan Indonesia

  • Bagikan
Ganjar Pranowo dan Yenny Wahid

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sigit Widodo menyoroti Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan dan putri Presiden RI Ke-4, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang juga Direktur The Wahid Institut, Yenny Wahid, pada Pembukaan Porseni Nahdlatul Ulama (NU) di Solo.

Menurut Sigit, keduanya tak hanya memiliki rekam jejak yan sama dalam menjaga kebhinekaan Indonesia.

"Mas Ganjar dan Mbak Yenny pada Pembukaan Porseni NU di Solo kemarin. Selain rekam jejaknya sebagai sesama penjaga kebhinekaan Indonesia, chemistry-nya udah dapet banget, ya? 🤗 Semoga terpilih jadi presiden dan wakil presiden Republik Indonesia di Pemilu 2024," cuit Sigit Widodo di linimasa Twitternya, dikutip FAJAR.CO.ID, Selasa (17/1/2023).

Diketahui, PSI mendeklarasikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai capres dan Wakilnya, Yenny Wahid.

Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie mengatakan, PSI masih muda dan belum berpengalaman sehingga mengusung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai capres.

“PSI memang masih muda, belum pengalaman. Masih harus banyak belajar,” ucapnya dalam videonya yang dibagikan dalam akun Twitter PSI, Rabu, (11/1/2023).

Sebagai partai baru kata dia, PSI belum bisa melahirkan calon presiden.

Deklarasi Ganjar kata dia, hanya menyampaikan aspirasi masyarakat, aspirasi para pendukung PSI yang menginginkan bahwa agar Ganjar Pranowo didukung sebagai calon presiden berikutnya.

“Ini merupakan hasil rembuk rakyat PSI. Dukungan terhadap mas Ganjar bukan berarti kami mengambil kader PDIP. Justru ini merupakan bentuk pengakuan dari kami bahwa senior kami telah menghasilkan para pemimpin hebat,” ungkapnya. (eds)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan