JPU Sebut PC dan Brigadir J Selingkuh, Pakar Psikologi Temukan Keanehan Ini

  • Bagikan
Pakar Psikologi Forensik Universitas Indonesia, Reza Indragiri Amriel -- (Ist For JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel merespons kesimpulan jaksa penuntut umum (JPU) soal perselingkuhan Putri Candrawathi dengan mendiang Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Brigadir J tewas dibunuh di rumah dinas suami Putri, Ferdy Sambo pada 8 JUli 2022.

JPU tidak setuju dengan keterangan ahli dari Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor) Reni Kusumawardhani perihal dugaan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi.

JPU meyakini peristiwa yang terjadi sehari sebelum pembunuhan terhadap Brigadir J adalah perselingkuhan antara Putri Candrawathi dengan salah satu ajudan Ferdy Sambo itu.

"Ini unik, JPU menyanggah keterangan ahli (APSIFOR) yang didatangkannya sendiri," kata Reza Indragiri kepada JPNN.com, Senin malam (16/1).

Akan tetapi, Reza lebih tertarik menunggu putusan majelis hakim yang akan memutus perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

"Kita tunggu putusan hakim, apakah hakim akan menilai telah terjadi perselingkuhan (simpulan JPU) ataukah pemerkosaan (APSIFOR)," ucapnya.

Namun, penyandang gelar MCrim dari University of Melbourne Australia itu kembali mempertanyakan adakah kemungkinan ketiga dalam relasi antara Yosua dan Putri?

Menurut Reza, Yosua sudah memiliki calon istri, apalagi jika kembali diterapkan Teori Relasi Kuasa, maka seberapa jauh kemungkinan bahwa apa yang JPU sebut sebagai perselingkuhan itu sesungguhnya adalah pemaksaan seksual terhadap Yosua?

Sejak awal Reza mengatakan, sekiranya narasi tentang kekerasan seksual harus ada dalam kasus ini, maka harus dilihat siapa yang berkuasa atas siapa.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan