Alasan Orang Korea Selatan Saat Ini Tinggi-Tinggi

  • Bagikan
Aktor asal Korea Selatan Song Jong Ki

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Bagi Kamu penggemar Kpop, K-Drama dan hal-hal berbau negeri ginseng, Kamu tentu menyadari jika rata-rata Orang Korea Selatan memiliki tinggi semampai. Hal ini juga yang menjadi penunjang penampilan mereka.

Tahukah Kamu menurut sebuah penelitian, ternyata dalam 100 tahun terakhir, rata-rata tinggi badan orang Korsel saat ini mengalami kenaikan 15 hingga 20 cm. Jadi, bisa dikatakan seorang anak bisa jauh lebih tinggi dari orang tuanya.

Kira-kira apa yah rahasianya?

Faktor utamanya pasti asupan nutrisi yang diberikan oleh orang tuanya. Selain itu juga dipengaruhi oleh stimulasi. Untuk lebih jelasnya dr. Asa Ibrahim menjelaskan faktor yang mempengaruhi tinggi badan.

Faktor yang Mempengaruhi Tinggi Badan

  1. Faktor Genetik
    Faktor pertama yang paling menentukan tinggi badan adalah faktor genetik. Jadi, tinggi ayah dan ibu sangat menentukan seberapa tinggi anaknya. Namun, ini hanyalah salah-satu faktor. Jadi, jika orang tua ingin anaknya tinggi jangan hanya pasrah karena faktor genetik ini.
  2. Nutrisi
    Nah, daripada pasrah pada faktor pertama itu, Kita sebenarnya bisa mengubah anak-anak menjadi lebih tinggi jika diberikan asupan nutrisi yang tepat. Nutrisi ini harus orang tua stimulasi sejak anak masih bayi.

Nutrisi ini jelas dr. Asa meliputi protein yang cukup, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan lainnya. Kalsium juga penting bisa didapatkan dari susu. Untuk lebih jelasnya akan dibahas di poin selanjutnya.

  1. Konsumsi Kalsium dan Vitamin D
    Konsumsi kalsium adalah faktor yang berpengaruh pada tinggi badan. Misalnya dari produk susu. Namun, Kamu perlu tahu penyerapan kalsium dalam tubuh dipengaruhi oleh adanya vitamin D. Ibarat kata, percuma konsumsi kalsium banyak-banyak tapi kalau kekurangan vitamin D juga akan sia-sia.

Jika kekurangan vitamin D maka penyerapan kalsium ke dalam tubuh berada di bawah 10 persen dari yang dikonsumsi. Nyatanya, dalam sebuah penelitian, persentase anak yang mengalami defisiensi vitamin D mencapai angka 50 sampai 90 persen.

Nah, dampaknya apa? Dampaknya sebanyak apapun anak tersebut minum susu, konsumsi makanan bergizi dan lainnya, tinggi badannya tetap tidak bisa maksimal. Namun, sayang vitamin D ini kadang dilupakan.

  1. Aktivitas Fisik
    Selain dari genetik dan asupan nutrisi ke dalam tubuh, nyatanya tinggi badan bisa dipengaruhi oleh aktivitas fisik, misalnya olahraga. Olahraga akan membantu stimulasi tulang dan sendi. Dengan ini tinggi badan akan terpacu dan lebih optimal pertambahannya.

Olahraga terbaik adalah yang melibatkan pergerakan sendi dan bagian tubuh seperti berenang. Olahraga lainnya juga bisa dilakukan seperti bermain bola, basket, hingga kegiatan atletik lainnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan