Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia Sebut Bentrok di PT GNI Akibat Kebijakan Karpet Merah Pemerintah ke Tiongkok

  • Bagikan
Kericuhan di PT GNI Morowali Utara. (ist)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD turut buka suara terkait dengan bentrok berdarah di Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Dia memastikan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Menurut Mahfud, situasi dan kondisi di Morowali juga sudah kondusif. Untuk itu, dia mengajak semua pihak menyelesaikan persoalan yang terjadi.

Kepada awak media Mahfud menyampaikan bahwa pemerintah sangat menyesalkan peristiwa yang terjadi akhir pekan lalu tersebut. Apalagi dalam peristiwa itu muncul korban jiwa. Dia memastikan bahwa aparat penegak hukum sudah bekerja.

”Aparat bersama pemerintah daerah dan PT GNI terus mencari penyelesaian dengan sebaik-baiknya,” bebernya.

Dia pun menyampaikan bahwa pemerintah sudah memelajari latar belakang terjadinya peristiwa itu.

Menurut Mahfud, sesuai dengan konstitusi, setiap warga negara berhak mendapat pekerjaan layak dan perlakuan adil. ”Oleh sebab itu, perusahaan hendaknya menyikapi setiap tuntutan pekerja dengan arif,” kata dia.

Di sisi lain, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu meminta para pekerja menyampaikan aspirasi dan menuntut hak secara proporsional. ”Sesuai peraturan perundang-undangan,” tambah dia.

Pemerintah pusat, lanjut Mahfud, memastikan akan menjamin hak setiap pekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena itu, mereka mengimbau agar PT GNI lebih terbuka.

”Sehingga pemerintah dapat mempunyai data tentang semua tenaga kerja dan pelaksanaan pengamanan di dalam lingkungan perusahaan yang beroperasi di wilayah Republik indonesia,” bebernya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan