Cak Nun Enggan Dipanggil ke Istana, Ruhut Sitompul: Kalau Ngebacot Perutnya Isinya Busuk

  • Bagikan
Ruhut Sitompul

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ruhut Sitompul, mendadak menyinggung Cak Nun yang mengaku tidak bisa dipanggil Presiden.

"Kalau ngebacot perutnya isinya busuk, baiknya diam saja duduk diboncengan," ujar Ruhut dikutip dari unggahan twitternya, @euhutditompul (17/1/2023).

Dikatakan Politisi Kawakan itu, pernyataan Cak Nun blunder lantaran pada rekam jejaknya, pernah ke istana. Tepat pada era Soeharto.

"Begini jadinya bau busuk kemana-mana, ini akibatnya budayawan ngomong politik yang bukan bidangnyanya serahkan pada ahlinya Gusti boten Sareh," tukasnya.

Pada potongan video yang diunggah Ruhut, Cak Nun dengan lantang menegaskan tidak akan menerima panggilan Presiden.

"Kalau saya bilang A, A. Itu yang saya lakukan sampai sekarang. Dan, saya tidak pernah mau dipanggil ke istana. Dan, saya tidak bangga sama sekali," ujar Cak Nun pada video itu.

Bahkan dikatakan Cak Nun pada video berdurasi 1 menit 17 detik itu, dirinya bisa gila kalau sampai ke istana.

"Gila saya kalau sampai ke istana," tukasnya.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi perbincangan publik, orang-orang saling bertanya, benarkah Cak Nun tidak pernah mau diundang ke istana.

Terlebih, pada video yang sama. Ditampilkan video ketika Cak Nun ke istana pada era Presiden Soeharto. Hal tersebut dilihat dari video dokumentasi salah satu TV swasta.

(Muhsin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan