Jeritan Pasien Klinik Cerebellum: BPJS Kesehatan Tolong Kami

  • Bagikan
Klinik Cerebellum

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Pemutusan kerjasama oleh BPJS kesehatan dengan Klinik Cerebellum, menuai banyak penolakan dari para pasien Klinik tersebut.

Surat putusan kerjasama tersebut keluar dengan No : 3470/IX-01/1222 dengan Hal, Pemberitahuan tidak perpanjang perjanjian kerja sama 2023 yang dikeluarkan per-tanggal 23 Desember 2022.

Ada sekitar 17 ribu orang pasien yang hingga saat ini, masih terluntang-lantung menunggu kepastian. Dominan dari mereka anak-anak pasien terapi tunawicara, lalu lansia yang mengikuti pengobatan dan terapi stroke.

Mereka ini mendesak Dinas Kesehatan Sulsel, agara kembali bisa memberitahu BPJS Kesehatan menjalin kerjasama dengan Cerebellum.

Sebab banyak masyarakat yang butuh disembuhkan, mereka butuh pengobatan yang ditanggung BPJS di Cerebellum.

Salah Seorang pasien terapi Stroke, Agus Manatta (70) mengatakan telah berkonsultasi dan menjalani terapi di Klinik tersebut selama 7 bulan lamanya. Namun ia kaget mendengar adanya pemutusan oleh BPJS kesehatan dengan Klinik Cerebellum.

"Saya dengar pemutusan BPJS jadi saya bilang ada apa, saya rasanya mau menangis, ini kan Makassar BPJS itu nasional, kenapa Makassar diputuskan tanpa adanya koordinasi dari Jakarta," tuturnya.

Kata dia, ia menyesal sekali kalau BPJS diputuskan terus di Cerebellum. Pasalnya ada banyak pasien yang kurang mampu, sedang menjalani pengobatan disana.

Apalagi setelah diputusnya kerjasama tersebut, sampai saat ini ia belum melakukan sama sekali terapi di tempat lain.

"Saya menderita jujur, karena saya akui pelayanan di Cerebellum tidak didapatkan dari tempat lain. Apalagi cara terapinya," tuturnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan