Kecewa dengan Tuntutan JPU, Ibu Brigadir Yoshua Minta Sambo Dihukum Mati

  • Bagikan
Ferdy Sambo saat menjalani sidang tuntutan di PN Jaksel (foto: Pram/fajar)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Sidang tuntutan kasus pembunuhan berencana yang didalangi mantan Kadiv Propam Mabes Polri, Ferdy Sambo telah selesai.

Saat sidang, Sambo dituntut hukuman penjara seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Menanggapi tuntutan dari JPU, pihak keluarga Brigadir Joshua Hutabarat alias Brigadir J, kecewa dengan tuntutan tersebut.

Ibu Brigadir J, Rosti Simanjuntak merasa tidak puas dengan tuntutan tersebut. Dirinya yang mengaku mengikuti proses persidangan melihat ada yang tidak disampaikan JPU.

"Menurut kami sebagai orangtua, terlebih saya seorang ibu perbuatan jahat Ferdy Sambo dengan persiapan-persiapan pembunuhan berencana, sesuai pasal 340, tidak berimbang kejahatannya yang dia lakukan kepada anak kami. Yang begitu pembunuhannya sangat sadis, keji, dan biadab," ujar Rosti.

Rosti, dengan mata berkaca-kaca, berharap dan memohon agar diberikan keadilan yang seadil-adilnya.

"Sebagai ibunda Brigadir J, mohon kami diberikan keadilan yang seadil-adilnya. Kami rakyat kecil yang terzalimi. Jadi, kami minta kepada JPU yang memberikan tuntutan seumur hidup, kami rasakan sangat sedih dan kecewa," lanjutnya.

Rosti lanjut mengatakan, Hakim mampu memutuskan keputusan yang paling adil pada perkara pembunuhan berencana tersebut.

Dengan tegas, Rosti meminta kepada Hakim untuk menjatuhkan vonis kepada otak pembunuhan anaknya, Brigadir J agar dihukum mati.

"Jadi harapan kami, hanya kepada Hakim yang mulia utusan Tuhan yang kami percayai dan kami yakini. Bisa memutuskan hukuman mati buat Ferdy Sambo yang telah membuat pembunuhan berencana sesuai pasal 340 atau hukuman mati," pungkasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan