Koalisi Gerindra-PKB Potensi Pecah, Cak Imin Lebih Agresif Dibanding Prabowo

  • Bagikan
Prabowo Subianto dan Gus Muhaimin Iskandar. Foto: dok. DPP PKB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR--Koalisi Partai Gerindra dan PKB untuk Pilpres 2024 cenderung tanpa progres. Koalisi ini pun potensi pecah alias bubar.

Potensi bubar itu ketika Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin ngotot harus capres atau cawapres bersama Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

Sikap ngotot itu pun tergambar saat ini. "Bahkan, Cak Imin ini terlebih lebih agresif dibanding Prabowo," kata analisis politik Unhas, Ali Armunanto, kepada FAJAR, Selasa, 17 Januari.

Dalam sejumlah publikasi, isu pencapresan didominasi Cak Imin. Kelihatan bahwa yang berambisi berpasangan adalah Cak Imin. Justru Prabowo tidak terlalu ngotot, yang bahkan kelihatan mencari alternatif lain.

Misalnya saat Prabowo kembali mencoba melakukan pertemuan dengan Sandiaga Uno selama tiga jam. Namun, justru Cak Imin terus memosisikan diri dan menekan Gerindra agar segera mengambil keputusan terhadap nasib koalisi.

"Jadi bisa saja bubar kalau dipaksakan. Karena Prabowo maju keempat kalinya, tentu tidak mau kalah lagi. Maka, kalau dia ambil Cak Imin, jelas dia akan kalah," kata Ali.

Apalagi, jika lawannya, Anies dan Ganjar. Keduanya bukan lawan lemah. "Jadi minimal mengambil Sandi agar bisa kembali mengambil kekuatan kemarin," jelas Ali.

Dalam perspektif lain, PKB-Gerindra ini adalah koalisi yang sangat pragmatis karena tidak ada relasi ideologi antarkedua partai. PKB Islam tradisional dam Gerindra nasionalis modernis. "Jadi saya melihat bahwa PKB ini menjadi jauh lebih pragmatis ketimbang Gerindra," katanya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan