Koalisi Pendukung Anies Disebut Tak Tentu Arah, Gara-gara Rebutan Suara di Pileg

  • Bagikan
Anies Baswedan usai jadi pembicara di Kuliah Pakar yang digelar di UMI, Makassar (Foto:Arya/Fajar)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Presidium Kongres Rakyat Nasional (KORNAS) Sutrisno Pangaribuan menyoroti bakal koalisi perubahan pengusung Anies Baswedan yang diisi oleh NasDem-PKS-Demokrat.

Sutrisno menganggap bakal koalisi tersebut tak tentu arah dilihat dari narasi ketidaksesuaian antar elite partai mengenai sosok Cawapres seperti isu “pemaksaan” dari partai tertentu agar kadernya jadi cawapres.

“Rencana koalisi tiga partai ini semakin tak tentu arah, karena sejak awal motivasinya hanya untuk berbeda dengan koalisi partai yang ada di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga saat ini api perubahan yang digelorakan justru terancam padam,” jelas Sutrisno dalam keterangan resminya, Selasa (17/1/23).

Hal ini menurut Sutrisno makin nyata jika melihat ambisi Demokrat dan PKS yang berharap dapat efek dari pecapresan Anies.

Demokrat disebut Sutrisno sangat ingin kembali berkuasa dan berharap perlolehan suara yang besar di Legislatif, pun dengan PKS yang saat ini harus bersaing dengan partai yang diisi eks elite mereka yakni Gelora.

“Dinamika tersebut dipastikan akan makin alot karena PD dan PKS mengharapkan efek elektoral dari kadernya yang menjadi Cawapres Anies Baswedan,” ungkapnya.

Sedangkan NasDem, menurut Sutrisno sangat mendesak agar Demokrat dan PKS tidak memaksakan kader mereka sendiri untuk jadi Cawapres Anies mengingat “pengorbanan” mereka yang tak mengusung kader sendiri.

NasDem menurut Sutrisno sedang ambil bagian penting dalam ambisinya menjadi kekuatan besar untuk melawan PDIP.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan