Pandemi Covid-19 Bikin Ekonomi Tiongkok Terburuk sejak 1976

  • Bagikan
Ilustrasi Pelabuhan Ningbo-Zhoushan China (Internet)

FAJAR.CO.ID, BEIJING-- Pandemi Covid-19 benar-benar berdampak luar biasa bagi Tiongkok. Baik perekonomian, maupun populasi penduduknya.

Tahun 2022 menjadi pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam empat dekade di Tiongkok. Ada pun populasi penduduknya, turun untuk kali pertama dalam enam dekade terakhir.

Dilansir Agence France-Presse, produk domestik bruto (PDB) Tiongkok hanya naik 3 persen pada 2022. Angka itu jauh dari target pemerintah. Yakni, sebesar 5,5 persen. Namun, angka itu masih lebih baik dari prakiraan sebagian besar ahli ekonom yang hanya 2,7 persen.

Angka 3 persen tersebut merupakan pertumbuhan ekonomi terlemah sejak 1976, saat Mao Zedong meninggal dunia.

’’Data ini menunjukkan pukulan keras perekonomian Tiongkok akibat dari kebijakan nol kasus dan kemerosotan sektor properti di 2022,’’ ujar Wakil Ekonom Tiongkok dari Bank BNP Paribas Jacqueline Rong seperti dikutip BBC.

Kebijakan ketat nol kasus Covid-19 di Tiongkok memang efektif menutup negara itu dari aktivitas bisnis dunia. Namun, rantai pasokan menjadi karut marut dan mengguncang ekonomi global.

Ketika negara lain sudah mulai membuka diri tahun lalu, perusahaan-perusahaan berharap bisa beroperasi normal. Tapi, tidak demikian dengan yang terjadi di Tiongkok. Mereka masih tutup.

Banyak brand besar memiliki pabrik di Tiongkok. Contohnya, Zhengzhou yang merupakan lokasi pabrik iPhone terbesar di dunia. Wilayah tersebut juga dikuntara beberapa kali sehingga produksi kerap terhenti.

Pencabutan aturan nol kasus di Tiongkok secara tiba-tiba 8 Desember 2022, juga disinyalir bakal mengancam pertumbuhan ekonomi di awal tahun ini.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan